Jika Menjadi Bijak Adalah Hal yang Ingin Kamu Wujudkan, Mulai Sekarang 8 Hal Ini Harus Berhenti Kamu

Dipubikasikan :     16/06/16

Bijak adalah cerminan dari sikap yang dilakukan setelah mengalami proses pemikiran, yang tepat dan sesuai dengan kondisi. Memang kata ini selalu dikaitkan dengan sosok yang baik dan bijaksana dalam menanggapi berbagai macam permasalahan. Yang perlu digarisbawahi dari bijak itu sendiri adalah tindakan. Nggak jarang kalau kata ini sering dipakai untuk tagline,Orang bijak bayar pajak“, misalnya.

Untuk menjadi orang yang bijak bukan perkara gampang. Pemikiran yang terbuka dalah kunci utamanya. Wahai generasi penerus bangsa, mari kita bercermin dan bertanya pada diri sendiri.

Sudah bijakkah kamu?

Tidak perlu muluk-muluk menciptakan pencitraan bijak dari bidang politik atau sebagainya. Dari hal-hal kecil yang nggak jauh dari keseharianmu, apa kamu sudah bijak sepenuhnya? Daripada penasaran tentang hal-hal kecil apa sih yang kadang miss, yuk kita simak artikel Hipwee kali ini.

 

1. Kamu sering tanya: “Kapan lulus, kapan nikah, kapan nyusul?” Padahal itu bukan urusanmu~

Ssssh via henningfrenzel.tumblr.com

Skripsi udah sampe bab berapa? Lulus kapan nih?

Wah, udah waktunya nikah ya. Kapan?

Aku udah halal bersama Aa’. Kamu kapan nyusul dihalalin sama pacarmu?

Pertanyaan macam ini memang familiar banget didengar ke telinga anak-anak yang sudah menempuh semester akhir kuliah. Kumpulan kata-kaya penuh tanya ini seringkali dilontarkan oleh orang-orang yang bahkan nggak biayain dia buat hidup. Terdengar biasa sih, tapi apa kamu menyadari kalau pertanyaan-pertanyaan itu kadang bikin risih?

Jika kita pikir sejenak, semua pertanyaan di atas bukan urusan kamu sih. Kecuali kalau kamu memang punya kedekatan yang lebih dari sekedar kenalan dan teman biasa. Wajar jika kamu adalah orang tua yang memang banting tulang untuk membiayai kehidupannya. Apakah kamu yang bukan siapa-siapanya, merasa berkewajiban melontarkan pertanyaan tersebut? Jika kamu memang bijak, berpikirlah dua kali sebelum melontarkan pertanyaan semacam itu.

2. Makanan adalah hal esensial yang tidak bisa dinikmati semua orang. Menghabiskan jatah makan tanpa sisa saja susah kamu lakukan.

Habiskan makananmu via www.cafe-future.net

Makanan adalah kebutuhan primer yang dibutuhkan setiap makhluk untuk bertahan hidup. Tanpa asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh, kesehatan dan energi pun akan sulit didapat. Kamu pun tak bisa menjalankan aktivitas. Kamu, yang punya rejeki berlebih untuk bisa menyantap hidangan lezat tiga kali sehari, pun terkadang melewatkan sebuah kesempatan yang membuatmu bijak. Adalah dengan tidak menyisakan makanan yang ada di piringmu.

9 Film yang Membuatmu Percaya Keajaiban Tuhan Itu Ada. Wajib Tonton Semuanya!

Kadang, banyak orang yang merasa makan terlalu banyak. Untuk alasan dietlah, atau apapun yang membuatmu tega membuang makanan.

Aku takut gendut. Nggak aku habisin deh.

Kamu masih belum bisa bijak dalam hal pangan ini. Apa kamu sempat untuk memikirkan orang yang kurang beruntung di daerah konflik sana? Jangan terlalu jauh, masih banyak orang-orang di Indonesia yang hidup dengan ekonomi yang jauh dari kata layak. Seandainya, sejak awal sebelum memulai makan, kamu lebih bijak dalam mengambil porsi makan yang cukup membuatmu kenyang, kamu nggak perlu membuang sisa makanannya. Asal kamu tahu, nggak semua orang punya kesempatan untuk makan enak seperti yang biasa kamu dapatkan.

Copyright © 2017 Formi Radio